WAMENA, kliktimur.com – Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya, Ronny Elopere, mengapresiasi kesuburan tanah di Wamena yang dinilai mampu menghasilkan ubi jalar melimpah tanpa penggunaan pupuk.
Hal itu disampaikan Elopere saat menghadiri kegiatan panen raya ubi jalar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Senin (2/3/2026).
Dalam sambutannya, Elopere menyebut tanah Wamena sebagai tanah yang penuh berkat karena tetap subur hingga saat ini.
“Luar biasa. Ini bumi yang dulu orang bilang bumi yang penuh berkat dan sangat subur. Sampai sekarang Tuhan masih terus memberi berkat di tempat ini. Tanah yang subur tanpa pupuk, ini luar biasa,” kata Elopere.
Ia menekankan pentingnya masyarakat untuk terus melestarikan budaya menanam makanan lokal seperti ubi dan keladi yang sejak lama menjadi pangan pokok masyarakat di wilayah Papua Pegunungan.
“Makanan asli, makanan lokal. Sekali lagi saya mau katakan, mari kita lestarikan dan mempertahankan budaya tanam ubi dan keladi,” ujarnya.
Selain itu, Elopere juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Wamena. Ia menilai sebagai kota sentral di wilayah pegunungan, Wamena dihuni oleh masyarakat dari berbagai daerah sehingga perlu dijaga bersama.
“Wamena ini kota sentral. Banyak orang dari berbagai kabupaten datang ke sini, ada yang niat baik dan ada juga yang tidak baik. Karena itu saya minta kita semua menjaga kota ini bersama-sama,” katanya.
Elopere juga mengajak masyarakat untuk membimbing generasi muda agar memiliki masa depan yang baik, termasuk melalui pendidikan, kegiatan keagamaan, serta usaha mandiri di bidang pertanian.
“Jangan hanya berharap bekerja di pemerintahan. Usaha apa saja bisa dilakukan, apalagi Tuhan sudah memberikan tanah yang subur seperti ini,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kebun Gasper Kenelak menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati Jayawijaya atas dukungan pemerintah daerah dalam mempertahankan ubi sebagai makanan pokok masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati Ronny Elopere atas dukungannya untuk mempertahankan makanan lokal, khususnya ubi, sebagai makanan pokok masyarakat Jayawijaya,” ujarnya.
Menurutnya, bagi masyarakat Hubula, ubi bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.
“Menanam padi atau tanaman lain tentu baik, tetapi bagi manusia Hubula, ubi tetap menjadi makanan pokok yang bergizi dan memiliki nilai budaya yang sangat tinggi,” kata Gasper.
Ia berharap semangat mencintai dan mempertahankan pangan lokal terus tumbuh di tengah masyarakat demi menjaga jati diri dan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur.
(Gadiel Gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

