WAMENA, KLIKTIMUR.COM – Petinju asal Papua Pegunungan, Geisler Up, mengungkapkan kekecewaannya karena merasa tidak dihargai sebagai petinju profesional internasional oleh pemerintah.
Hal tersebut disampaikannya kepada wartawan di Wamena, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, setiap kali bertanding di luar negeri, para pendukungnya selalu mengibarkan bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk dukungan terhadap dirinya dan bangsa Indonesia.
“Setiap saya bertanding di luar negeri, suporter saya kibarkan bendera Merah Putih dan menyanyikan Indonesia Raya. Tapi ketika saya kembali ke tanah air, saya tidak dihargai sebagai petinju profesional internasional,” ujarnya.
Geisler mengaku telah beberapa kali menyampaikan permohonan dukungan kepada pemerintah, namun hingga kini belum mendapatkan respons yang diharapkan.
“Saya sudah menyampaikan kepada pemerintah negara Indonesia untuk memberikan dukungan, tapi sampai sekarang belum ada perhatian,” katanya.
Ia kembali berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah dan provinsi untuk membiayai administrasi dan perjalanan menuju pertandingan tinju di Thailand pada 28 Februari 2026 mendatang.
Selain itu, Geisler juga menyatakan bahwa tahun 2026 menjadi tahun terakhirnya sebagai petinju aktif. Ia berencana menutup kariernya dengan laga perpisahan yang akan digelar di Wamena pada Agustus 2026.
“Saya ingin tunjukkan dan saya ingin buktikan bahwa Papua bisa,” tegasnya.
Geisler juga meminta dukungan dari Bupati Jayawijaya dan Gubernur Provinsi Papua Pegunungan sebagai figur orang tua bagi petinju muda Papua Pegunungan. Ia berharap dengan adanya dukungan tersebut, dirinya dapat terus membawa nama baik Papua dan Indonesia di kancah internasional.
(Gadiel Gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

