Tahuna, kliktimur.com
Kepemimpinan daerah di bawah kendali Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari (Tuari) mencatatkan capaian positif dalam penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Sesuai data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sangihe, angka kemiskinan ekstrem di wilayah kepulauan ini berhasil turun secara tajam dari 3,2 persen angka kemiskinan menjadi 1,7 persen pada tahun 2025.
Capaian penurunan kemiskinan ekstrem ini menjadi progres positif bagi percepatan pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sangihe secara menyeluruh.
Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Sangihe, Eko Siswahto, kepada media menerangkan bahwa meskipun kemiskinan ekstrem memiliki publikasi tersendiri yang terpisah dari angka kemiskinan makro, indikator ini tetap menjadi bagian integral dalam menghitung potret kemiskinan daerah secara keseluruhan.
”Untuk tahun 2025, angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Kepulauan Sangihe mengalami penurunan yang cukup signifikan, yaitu dari 3,2 persen turun menjadi 1,7 persen,” ujar Siswahto, Jumat (16/10/2026).
Eko menjelaskan bahwa pengukuran kemiskinan makro bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang digelar BPS dua kali dalam setahun, yakni pada periode Maret dan September. Namun, khusus untuk kalkulasi angka kemiskinan tingkat kabupaten/kota, BPS menggunakan acuan hasil pendataan Susenas periode Maret dengan garis kemiskinan sebagai indikator utamanya.
Penurunan drastis pada kategori ekstrem ini menjadi catatan penting, mengingat pada 2025 persentase penduduk miskin di Sangihe sempat tercatat sebagai yang tertinggi di Provinsi Sulawesi Utara.
Guna melihat tren perkembangan terkini, BPS Sangihe telah merampungkan pendataan Susenas periode Maret 2026 dan saat ini sedang dalam proses pengolahan data.
Pihaknya berharap tren positif dari pemangkasan kemiskinan ekstrem ini dapat berdampak linier terhadap penurunan tingkat kemiskinan makro di Sangihe pada tahun 2026.
“Harapannya untuk angka kemiskinan di tahun 2026 mudah-mudahan bisa sejalan dengan penurunan dari angka kemiskinan ekstrem tersebut,” ujar Eko.
Hasil akhir Susenas 2026 nantinya akan menjadi tolok ukur resmi terbaru mengenai tingkat kesejahteraan dan keberhasilan program pengentasan kemiskinan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe.***
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


