Tahuna, kliktimur. com
Sulitnya mencari jalan tengah agar harta karun yakni emas yang terkandung didalam perut bumi Sangihe lebih khusus Bowone Tabukan Tengah, selain dapat dinikmati khalayak banyak, juga kondusif dalam pengoperasian, tampaknya masi jauh panggang dari api. Hingga Hari ini 15 Oktober 2026, pihak pihak terkait, sekalipun secara, dejure belum terkoneksi penuh, namun devakto sudah di kuasai masyarakat sekalipun masih serampangan.

Banyak pihak menyebutkan, demo atau aksi Damai yang digelar para penambang di DPRD Sangihe, adalah hak rakyat menyalurkan aspirasi. Aksi itu sah apalagi meminta kelonggaran agar mereka bisa hidup tanpa dihalang dengan segala piranti hukum yang sesunguhnya, sudah lama ada tapi hanya jadi pajangan dan penghalang gidup rakyat di republik ini.

“Silakan saja, memberi ruang hidup kepada masyarakat, untuk berusaha karena jaminan UUD 45, dengan catatan baku ator dan perlu kebijakan kebijakan isidentil pemerintah, agar masyarakat bisa hidup tanpa terbelengu dengan aturan yang sudah menghimpit kehidupan rakyat.” Ujar sejumlah kalangan.

Akan tetapi satu hal yang patut dihargai bahkan digaris bawahi, bahwa kehadiran investasi asing yang kemudian lakukan penelitian berlanjut Explorasi bertahun tahun dengan biaya belasan bahkan ratusan miliar, jangan pula dilupakan begitu saja. Emas itu terdeteksi karena kehadiran mereka pihak asing.Jika hari ini masyarakat kelompok penambang bisa menggali emas pada titik yang ditetapkan, patut di syukuri, bukan juga harus mengusir para penemu yang lakukan explorasi itu.
Banyak pihak juga menyarankan agar, potensi kandungan emas yang belum menyentuh ruang ruang hidup masyarakat miskin didaerah, dikelola saja bersama TMS dan di solusikan, bukan diperdebarkan berlarut larut. DPRD bersama penerintah daerah harus mencari solusi dengan pemerintah pusat, agar perseteruan tentang hajat hidup orang banyak itu bisa jalan sambil memikirkan dampak yang timbul.
bagi sejumlah aktifis yang senantiasa memalak Sangihe, sehingga sulit jadi maju, atau menghalangi exploitase terhadap berkat yang Tuhan beri, terutama kandungan emas, Masyarakat Sangihe yang ingin perubahan, meminta agar para aktifis itu, jangan pernah menghalangi kegiatan rakyat mencari hidup.***
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


